Red Purple Black
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner
banner
banner
banner

Cluster Central Park @ Karawang Resinda resmi di luncurkan

residenceindonesia.com. Karawang. Berada di kawasan hunian strategis yang berkembang pesat dengan pertumbuhan kawasan industri terbesar di kawasan Asia Tenggara, Karawang Resinda hadir dengan berbagai tipe…

Read more...

Keller Williams Realty Masuk Indonesia

residenceindonesia.com. Perusahaan real estate agen terbesar kedua di Amerika Serikat yang berkantor pusat di Austin – Texas resmi masuk ke pasar properti Indonesia. Keller William…

Read more...

Graha Cemerlang Bangun Proyek Mixed Use di Bali

residenceindonesia.com --  Graha Cemerlang Group, melalui anak perusahaannya yakni PT Danau Winata Indah, membangun proyek terpadu (mixed use) yang diberi nama Devas di Bali.

Read more...

Wika Realty Bidik Pasar Manado

Manado, 24 November 2012 . PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menggelar acara ground breaking sebagai tanda dimulainya…

Read more...

At Book Store Now !!!

You are here: Home Bahan Bangunan Ramah lingkungan dan Makin Trendy

Ramah lingkungan dan Makin Trendy

Bahan bangunan atap rumah makin beragam dan terus mengikuti tren desain rumah. Genteng keramik dan beton masih yang paling disukai.

Ibarat memandang tubuh manusia, kurang pas rasanya melihat bangunan  rumah tanpa memadang atapnya. Di zaman sekarang atap rumah tidak lagi sekadar sebagai pelindung bangunan rumah dan isinya, tetapi sudah semakin mengikuti desain dan tampilan rumah. Seperti  juga bahan bangunan lainnya,  atap rumah atau lebih populer orang menyebutnya genteng, terus mengikuti perkembangan zaman mengikuti tren dan kemajuan teknologi pembuatannya.

Kalau dulu orang memasang genteng asal kuat dan tidak bocor. Kini lebih dari itu, warna dan model genteng pun harus sesuai dan selaras dengan arsitektur rumah yang sedang tren. Saat ini keserasian bangunan rumah secara utuh mulai dari atap sampai pagar rumah sangat diperhatikan. Kalau tidak ingin disebut ketinggalan zaman.

Setelah era genteng sirap mulai jarang dipakai, orang mulai beralih memakai genteng keramik dan  genteng beton. Dua jenis genteng ini sepertinya yang paling banyak dipakai untuk atap rumah saat ini. Selain itu, kedua jenis material genteng ini dinilai lebih ramah lingkungan karena berasal dari material alami.  Selain dituntut harus memilih bahan baku yang ramah lingkungan, produsen genteng pun harus pandai mengemas produknya, baik bentuk, tampilan dan warna yang sesuai dengan selera pasar.

Salah satu merek genteng berbahan dasar beton adalah Cisangkan, yang mengembangkan produknya dengan sentuhan pelapis glossy. Dengan lapisan glossy ini, membuat tampilan genteng Cisangkan layaknya genteng keramik. Lebih dari itu, lapisan glossy membuat genteng Cisangkan tahan terhadap segala cuaca. Produk unggulannya adalah Victoria Floral, Victoria Flat, Victoria Pine dan Victoria Multi Line. Produk ini memiliki perbedaan mendasar pada desainnya seperti adanya guratan artistik dan garis-garis lurus.

Di tahun 2012 ini produsen genteng Cisangkan, mengeluarkan varian genteng baru bernama Floral. Produk Floral ini di keluarkan dengan tampilan dan tekstur baru. Memiliki  tesktur kulit jeruk serta ukuran yang lebih panjang. Ukuran baru ini diharapkan dapat mengantisipasi pemakaian reng lebih optimal dan irit, dengan jarak reng 37,5 cm ( Floral lama mempunyai jarak reng : 36,5 cm ).

Jenis genteng lain yang juga banyak disukai adalah genteng keramik. Banyak yang menganggap tampilan genteng keramik lebih elegan dan cantik. Model genteng keramik bermacam-macam. Salah satunya model genteng  flat.   Munculnya model genteng flat ini tampaknya untuk menjawab tuntutan model rumah minimalis yang sedang tren saat ini.  Pasalnya, genteng model flat dan semi flat dinilai lebih pas untuk rumah minimalis.

Cara pemasangan genteng keramik pun tidak terlalu sulit karena menggunakan sistem interlock, yaitu sistem pemasangan yang saling mengunci antara satu genteng dengan genteng lainnya. Dengan sistem interlock ini maka genteng keramik tidak perlu menggunakan paku lagi, kecuali jika sudut kemiringannya lebih dari 30 derajat. Pembuatan genteng keramik biasanya dibakar dengan suhu yang sangat tinggi. Tanah liat yang digunakan sebagai bahan dasar genteng keramik tidak bisa sembarangan, karena di setiap daerah kualitas tanahnya berbeda-beda.

Jenis genteng lain yang kini mulai banyak digunakan adalah atap bitumen, yaitu genteng yang terbuat dari bubur kertas,  dan resin yang diberi warna. Setelah itu dicelupkan pada aspal yang mendidih. Jenis atap ini dikenal dengan nama atap bitumen.  Atap bitumen bentuknya  bergelombang dan ringan dan tidak menyerap air.

Pada merek tertentu  bahkan ada atap bitumen yang  sudah  ramah lingkungan. Apalagi saat ini tren hunian green sedang naik daun. Jadi, bukan hal yang aneh apabila produsen genteng kerap melakukan inovatif  agar produknya dapat digunakan di model rumah yang sedang tren di masanya. Hendaru



Data Pengunjung

Today64
Yesterday81
Week374
Month1979
All16740

Currently is one guest online

Advertisement

Pemesanan Iklan Hub: 021-32003386/021-79188522

See Us At

Residence Indonesia Magazine

Find Us At

@ jalan Siaga 2 No 1 Unit A
Pejaten Barat-Pasar Minggu

Call Us At

  • Tlp : 021-32003386
  • Fax: 021-79188522

Or Touch Us At

  • redaksi@residenceindonesia.com
  • marketing@residenceindonesia.com
  • twitter: @residence_magz