Red Purple Black
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner
banner
banner
banner

Design Week Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, kembali mengadakan acara kumpul bareng para arsitek. Ajang yang menjadi sarana sosialisasi profesi Arsitek dan IAI Jakarta sebagai organisasi, namun…

Read more...

Nismara Hotel and Residence

PT Bali Ayu Tulip, yang merupakan anak usaha EAR'S Corp membangun apartemen dan hotel Nismara di Seminyak, Bali. Ground breaking sudah dilaksanakan sebagai tanda dimulainya…

Read more...

Produk Terbaru dari Modernland

PT Modernland Realty Tbk, kembali membangun properti komersial di perumahan Kota Modern, Kota Tangerang, Banten, yaitu Modern Square dan Modern Arcade. Kedua komplek ruko itu…

Read more...

Cluster Central Park @ Karawang Resinda resmi di luncurkan

residenceindonesia.com. Karawang. Berada di kawasan hunian strategis yang berkembang pesat dengan pertumbuhan kawasan industri terbesar di kawasan Asia Tenggara, Karawang Resinda hadir dengan berbagai tipe…

Read more...

At Book Store Now !!!

You are here: Home Properti Take Over KPR- 9 Langkah yang Patut Dibaca

Take Over KPR- 9 Langkah yang Patut Dibaca

Pindah KPR atau take over adalah hal yang lumrah yang bisa dilakukan nasabah, ketika sudah merasa sudah tidak sreg dengan bank pertama. Tentu sebaiknya ada pertimbangan rasional ketika memutuskan untuk pindah, karena ada konsekuensi-konsekuensi yang harus dihadapi nasabah. Agar kita mantap ketika memutuskan untuk take over KPR atas rumah kita,  sebaiknya tips yang diberikan Eko Endarto, financial planner dari Finansia Consulting patut Anda baca.

1.     Hal penting yang harus diketahui oleh mereka yang ingin mengambil KPR adalah bahwa pinjaman KPR biasanya   adalah pinjaman yang berjangka waktu lama. Jadi, kenyamanan, kepercayaan dan service yang baik seharusnya menjadi pertimbangan lebih utama dibandingkan tawaran bunga. Bila akan take over maka :
Pastikan bank yang baru memiliki pelayanan lebih baik dari yang lama, misalnya, lebih dekat ke rumah atau kantor, jaringan online, pembayaran via ATM atau internet dan sebagainya adalah beberapa pertimbangan yang bisa kita bandingkan.
Reputasi yang baik. Bagaimana selama ini pinjaman KPR dari nasabah bank tadi. Bila tidak banyak keluhan dan aturan yang sering berubah maka hal itu cukup baik. Sebab, bisa terjadi bank memberikan tawaran menarik di awal tapi menjebak nasabah di belakang.
Apakah kelebihan tadi cukup beralasan membuat kita pindah. Sebab dengan pindah bisa jadi kita harus membayar denda, mengurus pinjaman baru dan bisa juga penilaian kelayakan yang baru juga.
2.    Perlunya perencanaan keuangan sebelum memutuskan ingin pindah KPR  karena dengan perpindahan tadi akan mengakibatkan konsekuensi yang harus siap nasabah tangung. Kelebihannya dan kekurangan, sangat bergantung dari tawaran apa yang diberikan oleh bank kedua. Sebab, bila memang bank kedua memberikan kelebihan yang dibutuhkan oleh nasabah, maka tidak salah mereka pindah.
3.    Pada cicilan tahun keberapa sebaiknya pindah. Sebetulnya tidak ada aturan berapa lama, karena dengan berpindah, bisa jadi kita harus membayar denda, membayar biaya notaris lagi yang baru, biaya appraisal baru dan sebagainya. Jadi, tidak ada patokan berapa lama sebaiknya bila ingin pindah KPR.
Tetapi sebagai patokan, biasanya sistem pembayaran cicilan di perbankan (termasuk KPR), bunga akan dikenakan di awal dan pokok dikenakan di belakang. Jadi,  pada tahun-tahun awal kita akan banyak membayar bunga dan di tahun-tahun akhir pokok menjadi lebih banyak. Artinya, kalau mau pindah sebaikya bila pinjaman masih di bawah lima tahun. Bila pindah setelah lima tahun maka hal itu sangat menguntungkan bank.
4.    perlu  tidaknya berkonsultasi ke pihal lain sebelum memutuskan pindah KPR. Kalau dibutuhkan kenapa tidak karena sama seperti di produk lain, penjualan kredit pasti menawarkan kelebihan produknya dengan menyembunyikan kelemahannya.  Bisa jadi pihak lain bisa melihat kelemahannya dibandingkan kita.
5.    Ketika memutuskan memilih satu bank untuk pindah KPR, yang harus dilihat dari bank tersebut antara lain, sistem perhitungan bunga, sistem perbankannya apakah syariah atau konvensional, layanannya, apakah lebih baik dibandingkan bank kita yang lama atau tidak, reputasinya di kredit KPR, dan bunga yang ditawarkan apakah cukup menguntungkan untuk kita atau tidak kalau pindah.

6.     Untuk mereka yang suka dengan kepastian, bank syariah adalah pilihan yang baik, karena dengan bank syariah cicilan kita tidak akan berubah sampai akhir masa pinjaman, apapun yang terjadi dengan kondisi pasar. Sedangkan di konvensional bunga bisa berubah, otomatis cicilan bisa berubah.
7.    Perubahan bunga di bank konvensional tidak selalu berarti jelek, karena bila bunga di pasar uang turun, maka bunga KPR juga turun dan cicilan kita turun. Ini tidak terjadi di bank syariah.
8.    Saat terbaik mengambil KPR adalah saat kondisi negara sedang bullish, dimana suku bunga pinjaman rendah, inflasi rendah dan ekonomi bertumbuh seperti saat ini.
9.    Jangan hanya menjadikan bunga sebagai alasan untuk kita memutuskan berpindah bank, tetapi lebih jauh coba perhatikan apakah kelebihan tadi memang menguntungkan kita atau tidak.

 

Data Pengunjung

Today31
Yesterday52
Week349
Month1502
All47725

Currently are 2 guests online

Advertisement

Pemesanan Iklan Hub: 021-32003386/021-79188522

See Us At

Residence Indonesia Magazine

Find Us At

@ jalan Siaga 2 No 1 Unit A
Pejaten Barat-Pasar Minggu

Call Us At

  • Telp/Fax: 021-79188522

Or Touch Us At

  • redaksi@residenceindonesia.com