residenceindonesia.com. Karawang. Berada di kawasan hunian strategis yang berkembang pesat dengan pertumbuhan kawasan industri terbesar di kawasan Asia Tenggara, Karawang Resinda hadir dengan berbagai tipe…
Read more...residenceindonesia.com. Perusahaan real estate agen terbesar kedua di Amerika Serikat yang berkantor pusat di Austin – Texas resmi masuk ke pasar properti Indonesia. Keller William…
Read more...residenceindonesia.com -- Graha Cemerlang Group, melalui anak perusahaannya yakni PT Danau Winata Indah, membangun proyek terpadu (mixed use) yang diberi nama Devas di Bali.
Read more...Manado, 24 November 2012 . PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menggelar acara ground breaking sebagai tanda dimulainya…
Read more...Segmen rumah di Bekasi bervariasi. Pergerakan harga lahan terbilang progresif. Namun belum segesit Serpong.
Di tengah Kota Bekasi, Jawa Barat, berbagai pusat belanja modern kini sangat mudah ditemui. Di sekitar titik Jalan Kalimalang dan Jalan A. Yani, misalnya. Ada sejumlah pusat belanja modern dengan supermarket/hypermarket besar sebagai penyewa jangkar (anchor tenant). Sebut saja Metropolitan Mall, Bekasi Hypermart, Megamall, dan lain sebagainya.
Menjamurnya retail tampak berbanding lurus dengan pertumbuhan hunian.
Bahkan, Bekasi kini tak ubahnya supermarket bagi pencari hunian. Variasi hunian memang banyak ditemui dengan berbagai kelas dan ukuran. Apalagi hunian vertikal alias apartemen juga mulai hadir di Bekasi.
Masing-masing pengembang berlomba menawarkan kenyamanan konsumen yang mengincar hunian idaman. Ada yang berada di sebuah kompleks perumahan yang terbilang luas. Ada pula yang berada di sebuah perumahan skala kota (township). Sangat bervariasi.
Yang Menengah ke Atas Menyebar
Saat ini, perumahan kelas menengah ke bawah - seharga Rp100 juta sampai Rp 300 juta- di Bekasi menyebar ke lokasi non pusat kota. Antara lain di kawasan Mustika Jaya, Bekasi Timur. Di kawasan ini, ada Bekasi Timur Regency, kompleks rumah murah yang pernah mendapat penghargaan dari FIABCI (Federasi Real Estate Internasional) Indonesia untuk kategori rumah sederhana.
Seiring berjalannya waktu, era rumah murah di pusat Kota Bekasi tampaknya telah berlalu. Setidaknya pasca-kehadiran kompleks Perumnas Dua di Kalimalang. Kini, pusat kota lebih banyak diisi oleh perumahan menengah ke atas, kecuali kompleks apartemen subsidi Centerpoint yang terletak di Jalan A. Yani.
Di pusat kota dan sekitarnya, perumahan menengah ke atas banyak hadir dalam radius sekitar 10 km. Itu antara lain perumahan Kemang Pratama yang ada di Rawa Lumbu. Yang terbaru adalah kota modern Summarecon Bekasi yang ada di Jalan A. Yani. Diklaim sebagai kota mandiri, Summarecon Bekasi punya luas 240 hektar. Harga rumah yang ditawarkan untuk tahap satu di kisaran Rp500 juta sampai Rp1,3 miliar per unit.
Perumahan menengah ke atas pun—berharga melebihi Rp300 juta—hadir di beberapa lokasi yang lebih jauh dari pusat kota. Antara lain, di Jalan Sultan Hamengkubuwono IX, ada perumahan Metland Menteng yang dikembangkan oleh PT Metropolitan Land.
Bergeser ke kawasan Tambun, ada pula beberapa perumahan menengah ke atas. Itu antara lain Metland Tambun yang juga dikembangkan oleh Metropolitan Land.
Lantas, perihal rumah menengah ke atas yang termuat di perumahan skala kota, pasokannya cukup banyak. Selain di Summarecon Bekasi yang telah disinggung, ada beberapa lagi. Antara lain di Grand Wisata yang terletak di Bekasi Timur—popular karena punya jembatan dengan huruf U besar terbalik yang sekaligus menjadi akses ke jalan tol Jakarta-Cikampek.
Sampai saat ini, rumah menengah ke atas masih dipasarkan di Grand Wisata; Grand Wisata dikembangkan oleh Grup Sinar Mas dan punya luas 1.100 hektar.
Yang terbaru adalah Cluster Citrus Garden yang diluncurkan kira-kira September tahun 2010. Dan memuat rumah dengan kisaran harga Rp840 juta sampai Rp2,3 miliar.
Sementara, perumahan skala kota lain yang masih menyasar rumah menengah ke atas ke pasar (ataupun rumah menengah ke bawah) adalah Kota Harapan Indah yang punya luas 2.000 hektar. Cluster yang termasuk baru di Kota Harapan Indah adalah Asia Tropis yang memuat 170 unit rumah. Tiap rumah dilego di kisaran harga Rp1,4 miliar sampai Rp2,5 miliar; seluruh unit rumah dirancang untuk menghadap ke taman.
Harganya Tidak Jauh Beda
Pengamat properti Budi Santoso menjelaskan bahwa kini jenis segmen rumah di Bekasi semakin bervariasi. Tidak melulu rumah murah, tapi rumah kelas yang lebih tinggi pun tersedia. “Walau begitu, untuk pasar rumah premium, boleh dikatakan bahwa Bekasi tidak sepesat Serpong,” kata Budi.
Lantas, dengan kondisi seperti itu, seperti apa pertumbuhan harga lahan di Bekasi? M. Latief, konsultan properti dari Latief Properti, menjelaskan bahwa harga lahan termahal ada di pusat kota Bekasi. Semisal, persis di tepi Jalan A. Yani, harga tersebut melebihi Rp 3 juta per m2.
Sementara, bila dibandingkan, harga tanah di beberapa perumahan besar di Bekasi tidak jauh berbeda. Kata Latief, di sejumlah perumahan besar di Bekasi seperti Kota Harapan Indah, Grand Wisata, dan Summarecon Bekasi, harga lahan termahal ada di kisaran Rp 2,5 juta per m2. Kalaupun ada selisih, tidak besar.
Di perumahan menengah ke atas yang sudah di luar Kota Bekasi, harga lahan termahal semakin menyusut. Menjadi di bawah Rp 2,5 juta per m2. Bahkan bisa di bawah Rp 2 juta per m2.
Untuk investasi properti, Latief menjelaskan, Kota Harapan Indah merupakan kawasan tersubur. Perputaran transaksi properti di sana berjalan cepat; kenaikan harga lahan per tahun di Kota Harapan Indah berkisar 15% sampai 20%.
Di Serpong, Banten, lonjakan harga properti spektakuler mencapai 50% bisa terjadi saat faktor pemicu hadir—antara lain pembukaan gerbang jalan tol baru ataupun pusat belanja modern baru. Di Bekasi, apakah hal itu terjadi pula Bekasi?
Jawab Latief, “Hal itu jarang terjadi. Bisa dikatakan, kenaikan harga tanah di Bekasi berkarakter progresif.”
Investasi properti di Bekasi dengan gaya konservatif (membeli, menyewakan, dan menjual selama beberapa tahun) bisa dikatakan tidak menghasilkan laba berarti. “Lebih baik bila melakukan investasi jangka pendek. Beli dengan harga murah di bawah harga pasar, lantas dijual lagi dalam waktu singkat. Di Kota Harapan Indah, banyak yang melakukan pola jangka pendek ini,” tutup Latief.(*)
Residence Indonesia Magazine
@ jalan Siaga 2 No 1 Unit A
Pejaten Barat-Pasar Minggu